Andaikan bisa tukaran uang sejumlah 39.900 dengan sebuah motor..(ihh engga mungkin boleh deh, bisa dijitak sama penjualnya, motor apa kompor bekas sich yg dicarii..hehehe), jd so pasti engga bakalan mungkin nilai segitu dipakai buat alat tukar beli motor bekas sekalipun..(pdhl klo dapet kan lumayan bisa buat bisnis ojek..)
Kalau mau beli buku..hhmm terbatas juga buku yg bisa didpt, plg komiknya conan yg hitam putih, ato lupus kecil..(trus bisa disewain gitu? hihihi..lamaa banget baru BEP nya) keburu bukunya ancur, lecek, dekil and qumel, kasian tuh buku disiksa..
Kalu mau beli makanan, minuman, yah duit segitu kemungkinan besar bisa abis sesaat saja, dapatnya juga standar banget makanan/minuman, apalg klo belinya di mall, hhmm tp klo belinya gorengan, itu mungkin dapet banyak,cuma..abis dimakan kenyang, uang sejml itu tak berbekas, kecuali mau nunggu ntar klo mules dan panggilan alam tiba.
Kiranya uang 39.900 itu jd kecil jumlahnya buat alat tukar yg opsinya di atas..kasihan uangnya , mestinya bisa lebih bernilai.. apalagi Kalau buat mereka yg kekurangan, uang segitu besaarr banget manfaatnya, buat beli beras, atau makan mrk sehari-hari..ah, ntar jd terharu..
Bbrp wkt lalu saya engga pakai mikir panjang buat tukar uang senilai itu..tawaran datang dari teman utk mulai mencoba menjalani bisnis sederhana, kenapa tidak? buat apa sih pusing, bingung aplg malu, uangnya saya kan halal..
Saya lihat teman saya ternyata kerja dg uang senilai itu..klo BEP nya sih seketika saja, kmdn jd berlipat, bahkan berputar menjadi juta-juta per bln, pasif income, bisnis yg bisa diwariskan, dan bonus lain-lainnya..simple sih mikirnya, uang segitu ditukar bisnis apa ya..? no risk, pd kenyataannya.aplg ketika saya tukar, saya dpt sbh sistem online dimana saya bisa belajar, berkembang, bertambah wawasan, bergaul dgn org2 yg berhawa positif, dan pd akhirnya juga ingin bisa berbagi & memberi pd yg kekurangan tanpa mikir panjang..Amiin..
Jumat, 30 Januari 2009
Apa Yang Bisa didapat Dengan Uang Rp. 39.900?
Diposting oleh zulfa nitasari di 08.23 0 komentar
Y+Y=X, X isn't your way (note fb dari Albert Hananto)
Barangkali kita pernah mengalami peristiwa, kejadian, kondisi dimana kita sudah perhitungkan segala sesuatunya, dan kita harapkan sebenarnya yang akan terjadi adalah Y, dan kemungkinan gagal, kalah, batal adalah sangat kecil.Namun yang terjadi adalah X, sesuatu di luar yang kita harapkan terjadi, bahkan tak terpikirkan.
Ada saatnya dimana ketika kita mulai melangkah mengejar impian dalam hidup ini, tidak semuanya yang Dan kita berharap memiliki keluarga sakinah, kesehatan yang baik, kondisi keuangan yang terus menanjak.Namun apadaya, terkadang kita menemui yang sebaliknya. Bahkan di saat justru kita sangat berharap hal itu tidak terjadi dan kehidupan kita menjadi tidak seimbang.Kadangkala yang tidak bisa kita tolak itu adalah dari faktor luar, faktor yang kita tidak bisa kontrol.
Namun hidup must go on..So daripada energi kita buang percuma hanya untuk bikin excuse, kenapa kita tidak mencobanya untuk membuat reason.Sebuah alasan excuse hanya akan membuat kita semakin terpuruk, karena kita mengasihani diri, membenarkan yang negatif masuk dalam pemikiran kita, kita hanya bisa menyalahkan kondisi, orang lain dan kita selalu dalam posisi benar.
Namun kita juga bisa membuat alasan reason untuk memecut motivasi kita, memunculkan mutiara terpendam.Cobalah untuk berhenti sejenak dan renungkan, kita akan belajar seperti berikut ini.
1. Mission IMPOSSIBLE dalam setiap ketidakkemungkinan IMPOSSIBLE selalu ada KEMUNGKINAN dan hal itu tergantung pada diri kita IM POSSIBLE
2. the oppotunity is NOWHERE Kesempatan itu tidak selalu nampak nyata, namun bisa jadi tersembunyi pada hal-hal yang kita tak sadari. NOW HERE ? atau NO WHERE?
3. XI + I = X Jika anda melihatnya sepintas, seperti saat kita memandang sesuatu dan kita menganggapnya itu suatu masalah, dan parahnya kita mencoba unt mengubah segala sesuatu namun hasilnya sia-sia. Mengapa kita tidak berhenti mengubah di luar sana, namun mengubah sudut pandang kita?seperti persamaan di atas, jika kita membaca dari kanan maka : X= I + IX
4. Cobalah sejenak anda berpikir unt menjawab pertanyaan berikut ini, ubahlah berikut ini menjadi ENAM dengan hanya menambahkan 1 elemen /komponen saja: IX
nantikan jawaban dan permenungan kita selanjutnya..
Diposting oleh zulfa nitasari di 05.11 0 komentar
Yuk, Merenung sebentar tentang arti Kekayaan
kekayaan, juga bukan soal brp besar omset usaha atau penghasilan
kekayaan bukan soal apa yang kita miliki
kekayaan adalah ruang gerak bagi kita untuk melakukan hal-hal yang menjadi kesenangan
kekayaan adalah waktu luang yang kita miliki untuk berkumpul dengan org2 yg kita cintai, untuk melakukan hobi, atau sesuatu yg lama kita inginkan
Kekayaan adalah banyaknya pilihan yang ada di depan mata kita..
banyak juga yg bilang bahwa kaya adalah punya passive income yg lebih besar drpd gaya hidup yg diinginkan..
Diposting oleh zulfa nitasari di 05.06 0 komentar
Andaikan Banyak Orang yang mau Mengakui Kesalahan (kutipan dari note-fb.zulfa nitasari)
Setelah mobilku berhenti, Bapak pengendara motor itu melepas helmnya dan segera menghampiri mobilku. Biasa, krn di jkt..aku diajarin musti waspada, jd aku ga turun, cuma buka kaca mobil dan lgs nanya : Bapak tadi yg nabrak spion saya ya?
Setelah mikir, ngeliatin tuh bapak lagi..aku bilang : Ini kurang pak…(ups!, biasa naluri ibu2 nya keluar kalau lg transaksi mikir untung - rugi)
Baca kartu namanya: Mie Ayam Pangsit EDI
Tapi kok sekarang rasanya aku yg jadi ga enak klo uang itu diambil, justru yg jadi masalah itu sekarang “AKU”, Yang kurang bisa memaafkan..Malahan yang sejak tadi di mobil udah bersuudzon sama dia bahwa dia pasti kabur.Apa berani ya aku minta maaf karena udah suudzon, prasangka jelek sama bapak itu, gantian, bisa berani minta bayar berapa Bapak pengendara motor yang jujur ini utk maafin prasangka2 jelek aku pdnya barusan..Apalagi prasangka itu tidak berani aku akui terus terang..Sejml uang itu cuma alat bantu menyelesaikan masalah, tapi bukan jadi intinya ternyata...
Diposting oleh zulfa nitasari di 04.50 0 komentar
Rabu, 28 Januari 2009
Perkawinan VS Pekerjaan (sebuah artikel)
Diposting oleh zulfa nitasari di 23.51 0 komentar




